Keremajaan di Pusat Perbelanjaan

posted in: Line of Events | 1

Ketika kami beranjak dewasa, masih sangat muda, masih sangat labil, kami menemukan seorang anak. Jauh dari dunia orang dewasa, sangat gemerlap tegas dan menggelikan. Kami berfikir, kami bosan, kami gelisah, kami merindukan untuk sesuatu menuntun kami oleh kehendak atau gairah dan mengikuti garis itu, lurus menuju ke titik terjauh dari apa yang kami bisa, melebihi dari apa yang sudah ditentukan menjadi kodrat kita. Kami ingin membuat ledakan dari hidup kami menjadi api dan kemudian kami berubah menjadi seorang malaikat dari sebuah ledakan. Namun saat itu kami hanya terduduk diam, seolah-olah diam dan takut itu adalah takdir kami.

Menjelang pagi kami bersantai di depan rumah, kantung mata kami menggelayut berat dengan keinginan jelas dan kuat. Dan kemudian kita hanya bermimpi dan tidak melakukan apa pun. Untuk apa ada di sana ketika hanya untuk melakukan bermain skateboard, bermain voli dan pergi ke warung kopi, bermalas-malasan di kasur empuk dan tidur ketika pagi menjelang. Hanya saja kita selalu mendambakan petualangan sangat ekstrim yang tidak seorang pun membayangkan di dalam benak mereka. Dalam sebuah perjalanan panjang dan bergelombang kami beranjak dari kasur empuk kami dan mengangkat bokong dari kursi warung yang sangat nyaman. Berjalan-jalan di pinggiran kota, menghampiri mall satu persatu melalui aroma asap hitam dari 3.024.321 penduduk warga Surabaya, mendirikan tenda beraktivitas layaknya remaja pada umumnya dan menunggu sesuatu terjadi. Inilah sebuah “Keremajaan di Pusat Perbelanjaan“.

Kami sangat nyaman dengan kehidupan dan kematian yang menunggu kami serta bagaimanapun kami berakhir. Tapi sesuatu hal yang paling sulit adalah untuk membayangkan bahwa mimpi-mimpi dan kerinduan awal dan keinginan ketika kami anak-anak dan maupun ketika masa terbaik seseorang, masa remaja juga akan hilang. Siapa yang menjaga mimpi ini? Tapi siapa yang tahu? Apa dan siapa yang kekal di dunia ini? Mungkin Anda menjadi bagian dari apa pun yang kekal termasuk mimpi-mimpi yang terbangun dari sebuah impian seorang anak remaja.

Bermimpi, uforia bukan hanya hak prerogatif mereka yang baru saja lolos dari masa remaja atau yang sedang mengalami masa remaja. Semua orang memiliki hak yang sama dan mereka yang berani mengambil sikap adalah orang-orang yang telah mengambil kepemilikan masa depan mereka.

GALUR (SL) that use as reference in this event the length is about 38.75 KM

Please consider the following map:


The map above is the GALUR‘s (SL) map of this event.

801 total views, 1 views today

One Response

  1. Let’s Rock’s!!! \m/

Leave a Reply